Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Argentina telah gagal melakukan negosiasi pembayaran utang luar negerinya yang habis waktu pada Jumat lalu. Adapun pinjaman Argentina tercatat sebesar US$ 65 miliar atau setara dengan Rp 975 triliun (kurs Rp 15. 000/US$).

Namun, Menteri Ekonomi Argentina Martin Guzman mengatakan, akan tetap melanjutkan negosiasi dengan 3 kelompok utama pemegang obligasi nergara tersebut untuk menemukan solusinya.

“Argentina mempertahankan dialog, ” ujarnya kepada wartawan, yang dikutip Sabtu (9/5/2020).


Mengenai, minimal pembayaran utang Argentina yang jatuh tempo utangnya pada 22 Mei 2020 tersebut sebesar US$ 500 juta atau Rp tujuh, 5 triliun.

Guzman membaca, uang pembayaran utang tersebut beberapa besar telah digunakan untuk memerangi virus corona atau Covid-19. Sebab karenanya, walaupun pemerintah Argentina ingin membayar utang tersebut, namun itu tidak memiliki anggaran.

Bahkan, sorang pejabat senior negara tersebut yang tidak disebutkan namanya mengatakan, bahwa Buenos Aires telah menghadapi 10 hari masa pelik. Meski demikian tetap optimis bisa mencapai kesepakatam dalam utang itu.

“Kami akan melaksanakan segala yang kami bisa (untuk menemukan solusi) tanpa menggadaikan sekarang dan masa depan Argentina, ” kata dia.

Pada negosiasi dengan kreditor, Argentina menawarkan potongan bunga dan pokok. Negeri ini juga meminta moratorium tiga tahun, yang akan menyiratkan tidak ada pembayaran sampai 2023.

Kegagalan bayar utang ini menandakan skenario terburuk Argentina akan collaps. Apalagi Argentina telah masuk pada resesi selama dua tahun.

Selain itu, sejak 20 Maret lalu telah dilakukan lockdown di negara tersebut karena Covid-19 yang telah memukul perekonomiannya.

[Gambas:Video CNBC]

(hps/hps)

Baca berikut Data HK