Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyatakan membutuhkan penambahan anggaran untuk kegiatan belanja non operasional di Kementerian dan Lembaga sebanyak Rp 56, 5 triliun.

Dana belanja non operasional ini nantinya digunakan untuk memulihkan ekonomi pasca-covid 19.

“Jadi, ada kenaikan di belanja non operasional sekitar 55% atau sekitar Rp 56, 5 triliun. Utamanya akan dialokasikan dalam kelompok yang terkait langsung dengan pemulihan ekonomi sesuai dengan kita punya tema, ” ujar Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Selasa (12/5/2020).



Dana tersebut akan dialokasikan untuk tiga bezirk prioritas yang tersebar di beberapa kementerian. Sektor tersebut adalah sektor unggulan, infrastruktur, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Sektor unggulan adalah termasuk bezirk industri pariwisata, pangan, dan akses ke UKM. dimana untuk pariwisata pemerintah mengalokasikan senilai Rp three or more, 28 triliun demi membenahi system 10 destinasi pariwisata.

Terdapat juga sektor infrastruktur yang berada di bawah Kementerian Perhubungan dan PUPR, dan peningkatan Kapasitas SDM di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Ketenagakerjaan.

Buat program ini, dana diprioritaskan tuk kementerian yang memang terkait langsung dengan pemulihan ekonomi.

Sementara sebagai konsekuensi akan ada pula kementerian yang dipangkas anggarannya jika tak terkait langsung dengan pemulihan ekonomi/

” Saya ingin ingatkan, tahun 2021, tahun pemulihan anda dan saya berharap, semua pihak bisa memahami keadaan sulit terkait, ” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

(gus)