Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Penyebaran virus corona gres penyebab penyakit COVID-19 kini telah meluas ke seluruh wilayah Tanah Air. Menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, jumlah kasus konfirmasi positif ada di 386 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Bersandarkan data harian Kementerian Kesehatan MENODAI pada Sabtu (16/5/2020), kasus terbanyak berada di Pulau Jawa. Daerah DKI Jakarta masih memiliki angka kasus terjangkit terbanyak dengan 5. 881 kasus, naik 107 kasus dalam sehari.

Posisi kedua ditempati oleh Jawa Timur dengan 2. 105 kasus, naik 184 kasus. Kemudian Jawa Barat naik hanya 22 kasus menjadi 1. 618 kasus di kedudukan ketiga.


Walaupun berharta di tengah-tengah Jabar dan Jatim, Jawa Tengah menduduki posisi keempat dengan 1. 140 kasus terjangkit sejauh ini, hanya naik 31 kasus dalam sehari.

Selanjutnya, wilayah yang berada di luar Pulau Jawa rata-rata mempunyai kasus terjangkit di bawah 500 kasus. Kecuali wilayah Banten yang memiliki 626 kasus, dan Sulawesi Selatan dengan 917 kasus.

Aceh, Gorontalo, dan Bangka Belitung menjadi wilayah dengan angka kasus terjangkit terendah di Negeri, dengan masing-masing di bawah 30 kasus. Aceh sejauh ini masih memiliki 18 kasus, Gorontalo 23 kasus, dan Bangka Belitung 29 kasus.

Sedangkan buat jumlah kasus, Indonesia kini memiliki 17. 025 kasus terjangkit, terbang 529 orang. Sementara kasus segar meningkat 108 orang menjadi 3. 911, dan kasus meninggal menyusun 13 orang, menjadi 1. 089 kasus.

Untuk pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) di Indonesia kini ada 269. 449 dan sebagian besar telah selesai dipantau. Sedangkan pasien di dalam pengawasan (PDP) kini ada 35. 069 orang. Menurut data covid19. go. id, setidaknya ada 12. 025 pasien yang sedang berkecukupan di bawah perawatan medis.

Di sisi lain, ujung bicara pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers harian, meminta masyarakat untuk bersiap melaksanakan hidup baru atau “new normal”, sebab menurut Organisasi Kesehatan Negeri (WHO) virus corona (COVID-19) tersebut tidak akan hilang dalam zaman singkat di muka bumi.

“Saatnya kita untuk mulai merubah perilaku kita untuk tumbuh di dalam kondisi bumi dengan masih terancam dengan keberadaan COVID-19. Dalam beberapa kali disebutkan sebab presiden, inilah cara kita untuk berdamai dengan virus, bukan patuh, ” ujar Yurianto, Sabtu (16/5/2020)

Namun, menurut Yurianto, berdamai bukan berarti menyerah. Asosiasi harus dapat beradaptasi untuk mengubah pola hidup dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat, benar, dan disiplin.

“Ini dengan kita sebut dengan pola kehidupan yang baru, ” tambah Yuri, sapaan akrab Yurianto. Yuri mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi dan disiplin dalam menjaga jarak (social distancing), selalu mencuci tangan secara sabun dan air mengalir, menggunakan masker, serta membatasi perjalanan dengan tidak perlu.

[Gambas:Video CNBC]

(gus)