Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia –   Sektor restoran terus berjatuhan, setelah KFC  merumahkan hampir 5. 000 karyawan serta potong gaji karyawan, kondisi yang sama juga dilakukan  PT  Dunkindo Lestari, pemegang lisensi waralaba donat Dunkin’ Donuts di Indonesia.  

Dunkin’ Donuts salah satu restoran yang terdampak pandemi covid-19. Banyaknya mal yang tutup berimbas pada operasi bisnis Dunkin’ Donuts, jadi yang jadi korban adalah hak pekerja seperti upah dan THR  yang belum dibayarkan.

Serikat pekerja melaporkan bahwa  upah dan tunjangan hari raya (THR) pekerja sampai Jumat (22/5/2020) itu tidak juga dibayarkan oleh kongsi dengan keputusan sepihak tanpa persetujuan pekerja. Gaji mereka dipotong datang 50%.


Manajer HRD  Dunkin’ Donuts, Junaidi  mengakui konsorsium pekerja memang tidak diibatkan di dalam keputusan penundaan THR dan pemotongan gaji, tetapi melalui jalur manajerial yaitu melalui GM, manager, penilik, head atau shift leader. Ia bilang aturan dari Kemenaker merupakan melalui persetujuan karyawan bukan serikat pekerja.

“Mengenai risiko yang dipotong dan THR yg ditunda sudah sesuai dengan tulisan edaran menteri tenaga kerja yakni melalui mekanisme persetujuan karyawan, ” kata Junaidi  kepada  CNBC  Indonesia, Jumat (22/5).

Junaidi mengakui persoalan ini terjadi karena kondisi perusahaa yang terdampak pandemi covid-19. Ia bilang Sebagian mungil karyawan harus dirumahkan karena ada toko di mal yang menutup, sehingga pihaknya masih menunggu mal-mal dibuka

“Sebagian tumbuh toko tutup dan hanya 1 shift, dulu bisa 2 shift. Kita sangat berharap PSBB dilonggarkan karena aturan tersebut sangat memukul usaha kami, ” katanya.

Junaidi menegaskan sampai saat ini manajemen terus berupaya memenuhi hak pekerja, salah satunya secara mempercepat penjualan aset agar dapat dana segar untuk membayar THR.

“Kalau upah yang dipotong kita jalankan berdasarkan hari kerja yang dilakukan dan melalui persetujuan karyawan, sedangkan THR yang ditunda akan kami bayarkan secepatnya karena kami sedang proses penjualan aset dengan harga setengah makna normal, ” katanya.

Pada Jumat (22/5), sekitar 200 karyawan Dunkin’ Donuts nekat menggelar aksi unjuk rasa di Pejabat Pusat Dunkin’ Donuts  Jalan Hayam  Wuruk  Jakpus, di tengah PSBB. Mereka menuntut hak mereka soal upah yang dipotong dan THR yang belum dibayarkan. Mereka menganggap keputusan itu dilakukan sepihak tanpa persetujuan pekerja.

Foto: Serikat Pekerja Dunkin’ Donuts beredemo menuntut pembayaran upah dan tunjangan hari raya (THR) (ist)
Serikat Pekerja Dunkin’ Donuts beredemo menuntut pembayaran upah & tunjangan hari raya (THR) (ist)

“Aksi ini terdesak kami lakukan karena manajemen Dunkin’ Donuts secara sepihak tidak membayarkan THR dan upah secara tepat waktu. Sementara para pekerja dan keluarganya sangat membutuhkan THR tersebut untuk menyambung hidup di kala PSBB akibat pandemi Covid 19, ” kata Sekretaris Jenderal BAGIAN Indonesia  Sabda Pranawa Djati  di pernyataan resminya, Jumat (22/5).

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)