Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Kabar tak menggembirakan jelang Lebaran datang kembali sebab industri alas kaki di pada negeri. Setelah Produsen sepatu PT Shyang Yao Fun Kota Tangerang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal  2. 500 karyawannya, saat ini sebuah pabrik sepatu di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, juga melangsungkan PHK massal, diduga karena hasil covid-19.

Di media baik beredar kabar soal PHK massal yang dilakukan oleh PT Victory Chingluh yang diunggah @AboutTNG. “Karyawan PT Victory Chingluh Indonesia yang terletak di Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang melakukan kelulusan pabrik pasukan COVID-19”

Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman  Bakri belum bisa menyampaikan keterangan lebih dalam soal laporan tersebut, ia hanya mengakui bahwa PT Victory Chingluh Indonesia adalah anggotanya.



“Sementara kebijakan APRISINDO belum bisa memberikan pernyataan apapun. PT Victory Chingluh memang bagian kami, ” kata Firman pada CNBC Indonesia , Sabtu (23/5).

Berdasarkan laman resminya, PT Victory Chingluh Nusantara merupakan perusahaan sepatu global dengan berasal dari Taiwan dengan buyer-buyer dari merek ternama seperti Nike, Adidas, Mizuno. Mereka memiliki 7 pabrik di China, 3 pabrik di Vietnam termasuk 2 pabrik memproduksi sepatu Nike dan 1 memproduksi Mizuno. Selebihnya 2 pabrik di Indonesia memproduksi sepatu Nike sejak 2010 dan Adidas sejak 2008.

PT Victory Chingluh Indonesia tercatat menyelenggarakan PHK terhadap 4. 985 karyawannya, berdasarkan laporan mereka ke Jawatan Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang.

“Iya betul ada (PHK), pihak perusahaan sudah menyampaikan ke kami datanya. PT Victory Chingluh Indonesia, 4. 985 (karyawan) PHK dampak COVID-19, ” kata Kepala Seksi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang Hendra Sabtu (23/5/2020) dikutip sejak detikcom.

Jumlah PHK 4. 985 pekerja disampaikan sebab pihak PT Victory Chingluh Indonesia, tanggal 19 Mei 2020 pada Disnaker Kabupaten Tangerang.

[Gambas:Twitter]

Mwenurut Hendra perusahaan sudah menaati ketentuan PHK karyawan sesuai secara ketentuan yang berlaku. “Pada masa pertemuan oleh Kepala Dinas sudah disampaikan agar mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dari info dengan disampaikan kepada kami (pesangon) dibayarkan, dan gaji sampai bulan Mei masih dibayarkan, ” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi/hoi)