Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden AS Donald Trump mengancam untuk mengatur lebih jauh perusahaan media sosial seperti Twitter hingga Facebook Cs. Bahkan Trump tak segan untuk menutupnya.

Hal ini terjadi sesaat setelah Twitter untuk pertama kalinya menyampaikan ‘cap’ kepada cuitan Trump. Tanda tersebut adalah sebuah peringatan supaya pengguna mengecek fakta terlebih dahulu cuitan Trump.

“Partai Republik merasa platform media baik benar-benar membungkam suara konservatif. Awak akan sangat mengatur atau menutupnya sebelum membiarkan hal itu terjadi, ” tegas Trump dilansir Reuters, Rabu (27/5/2020).



“Bersihkan tindakanmu sekarang! ” tambah Trump.

Twitter dan Facebook belum bisa dikonfirmasi Reuters. Sementara saham kedua perusahaan tersebut tercatat turun pada perdagangan pre-market.

Sebagai informasi pihak Twitter menyebut cuitan Trump tidak berdasar makin sesat. Ini pertama kalinya dikerjakan sosial media tersebut setelah serbuan muncul sejak tahun lalu.

Twitter menargetkan dua cuitan Trump. Pertama soal pemungutan perkataan melalui surat suara akan menyebabkan manipulasi pemilih dan “Pemalsuan Pemilu”.

Cuitan Trump tersebut mengarahkan ke dugaannya atas kecurangan yang terjadi di California. Dia mengatakan siapapun yang tinggal di negara bagian itu, akan dikirimi surat suara padahal sebenarnya itu sudah dipastikan bisa pergi ke bilik suara di mana itu terdaftar.

Di lembah cuitan Trump itu, Twitter memosting tautan yang bertuliskan “Dapatkan petunjuk tentang surat suara masuk”. Tercatat membawa pengguna ke sebuah link berita media AS yakni CNN dan Washinton Post soal klaim Trump yang tak berdasar.

“Trump secara keliru mengklaim bahwa surat suara secara langsung akan mengarah pada ‘Pemalsuan Pemilu’, ” tulis Twitter dikutip dibanding AFP. “Namun, pemeriksa fakta mengucapkan tidak ada bukti bahwa tulisan suara yang masuk terkait dengan penipuan pemilih. ”

Cuitan Trump melanggar kebijakan Twitter soal informasi yang kredibel. Tercatat membatasi penyebaran informasi yang berbahaya.

[Gambas:Video CNBC]

(dru)