Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia –  Bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street  di buka di zona merah pada pembukaan perniagaan hari mula-mula bulan Juni ( 1 / enam /2020) . Penurunan ini  dampak dari kerusuhan yang tengah berlangsung di Negeri Paman Sam.

Indeks Dow Jones Industrial Average dibuka pada level 25. 342, 99 (+ 0, 15 %) pada pembukaan perdagangan , tapi selama lima menit memasuki perdagangan, Dow Jones menuju 25. 224, 61 atau turun 0, 6 persen seperti dikutip AFP, Senin (1/6).   Indeks S& P 500 turun 0, 4 persen menjadi 3. 032, 19, sedangkan Nasdaq Composite Index juga turun 0, 2 persen menjadi 9. 467, 69.

Demonstrasi dengan berujung kerusuhan dan penjarahan dalam bererapa negara bagian di Amerika Serikat terjadi setelah seorang awak kulit hitam bernama George Floyd meregang nyawa saat akan ditahan oleh seorang polisi berkulit suci di negara bagian Minnesota.

 

Aksi yang terekam kamera itu menunjukkan penggunaan kekerasan yang berlebihan saat penahanan yakni ketika si polisi berlutut di leher adam malang tersebut selama lebih dibanding 8 menit.

Hingga saat ini presentasi dan kerusuhan sudah terjadi selama 6 hari di AS. Kelanjutan kerusuhan tersebut, Pentagon mengirimkan 5. 000 pasukan Garda Nasional, prajurit cadangan AS. Tentara diaktifkan di 15 negara bagian dan Washington DC untuk mengamankan situasi bersama polisi.

Demonstrasi besar-besaran ini sendiri ditakutkan akan memicu munculnya gelombang ke-2 virus Covid-19 karena masyarakat berbondong-bondong keluar dan berdesak-desakan.

“Jika anda mengikuti protes kemarin malam, sebaiknya kamu melakukan tes corona dalam minggu ini, ” Ujar Walikota Atlanta Keisha Lance Bottoms Sabtu cerai-berai (30/05/20).

Sedangkan kabar terbaru mengenai tensi Beijing-Washington Kepala Amerika Serikat (AS) Donald Trump hanya meminta ‘cerai’ dengan Hong Kong, dan perjanjian dagang AS-China fase 1 tetap berjalan seolah-olah biasa.

Sebelumnya para pelaku pasar gamang Trump akan mengamuk dan mau memutus total perdagangan AS-China . Kebijakan ini buntut lantaran Undang – Undang Keamanan anyar yang akan diterapkan China di Hong Kong

Beijing membalas dengan memerintahkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China untuk menunda pembelian kacang kedelai dan daging babi dari AS.

Menurut Chief Financial Officer (CFO) perusahaan-perusahaan besar di negeri sendiri Indeks DJIA akan melorot kembali ke level 19. 000 sebelum akhirnya akan pulih balik.

Taat survei yang dilakukan oleh CNBC Internasional 51% CFO yakin apabila Indeks Dow masih akan anjlok sekali lagi, sedangkan 22% CFO asing percaya Dow akan terus terbang.

Para-para analis sendiri berpendapat bahwa reli di pasar keuangan ini tidak akan bertahan lama karena indikator-indikator ekonomi menunjukkan hal yang sebaliknya.

Rilis Markit Economics mengenai Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur AS sendiri menunjukkan hasil yang positif, yang mana PMI AS naik dari 36, 1 di bulan April menjelma 39, 8 di bulan Mei.

PMI menggunakan angka 50 sebagai titik mula. Di atas 50, berarti industriawan sedang melakukan ekspansi.

AWAK RISET CNBC INDONESIA



(trp/trp)