Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi tidak menelantarkan apabila pandemi  Covid-19 hingga anjloknya harga minyak berakibat negatif kepada investasi pembangunan kilang.

Kendati begitu, Deputi Bidang Kedaulatan Maritim dan Energi Kemenko Kemaritiman dan Investasi Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim minat investor asing langgeng nyata di tengah situasi seolah-olah sekarang. Mulai dari China, Taiwan, hingga Abu Dhabi.

“Semangat investasi di kilang masih cukup besar, ” kata Purbaya dalam konferensi pers virtual, Selasa (9/6/2020).

Tak lalai, Ia menyebut tantangan investasi kilang di Indonesia tergolong besar, yakni berhadapan dengan mafia minyak. Namun, Purbaya tidak menyebut pihak yang dimaksud.

Masih terkait dengan pandemi Covid-19, PT Pertamina (Persero) akan terus melanjutkan proyek kilang. Seperti diketahui Pertamina sedang mengakhiri beberapa proyek Refinery Development Eksper Plan (RDMP) dan Grass Roof Refinery (GRR). Pertamina menargetkan supaya proyek kilang ini rampung pas waktu.

Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia Ignatius Tallulembang mengatakan sasaran yang akan dicapai melalui proyek RDMP dan GRR adalah mencapai kemandirian energi demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri. Proyek ini, menurut Ignatius, sedang sangat relevan dan ditargetkan hendak rampung tepat waktu.

“Kilang akan tetap berjalan serta selesaikan tepat waktu, ” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]



(miq/miq)