Posted on

Jakarta, CNBC  Indonesia – Departemen Ketenagakerjaan mendorong perusahaan agar menyimpan fasilitas kesejahteraan bagi pekerjanya. Satu diantara fasilitas kesejahteraan tersebut berupa pemenuhan kebutuhan pekerja atas tempat letak yang layak huni dan bugar melalui penyediaan asrama/mess/perumahan.

“Perusahaan juga dapat memberikan sandaran sewa/kontrak rumah bagi pekerja secara sistem pinjaman dan besaran yang disepakati, tentunya dengan memperhatikan penguasaan perusahaan, ” kata Menaker, Ida Fauziyah saat menerima audiensi Mahkamah Pimpinan Pusat Forum Santri Nusantara (DPP FSI) di Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Di tepi itu, kata Menaker Ida, Kemnaker juga melakukan sosialisasi dan penyebarluasan informasi kepada stakeholder tentang program-program penyediaan perumahan bagi pekerja bagian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan melakukan koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L) terkait sebagai upaya untuk memajukan kesejahteraan pekerja dan keluarganya.


Menaker Ida mengatakan, pekerja/buruh mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses produksi barang & jasa, serta merupakan salah mulia tulang punggung ekonomi nasional.

“Jika pekerja/buruh terpenuhi kebutuhan dasarnya, di antaranya tempat tinggal, maka hal itu akan mendorong peningkatan produktivitas, ” jelas Menaker Ida.

Namun, katanya, kebutuhan dasar, seperti papan yang layak bagi pekerja/buruh belum sepenuhnya terpenuhi. Kondisi zaman ini masih banyak pekerja/buruh yang belum memiliki rumah.

Oleh karena itu, agar terpenuhi kehidupan yang layak bagi pekerja/buruh, pemerintah tidak semata-mata melakukan pemeriksaan di bidang pengupahan dan cagaran sosial, namun juga harus meningkatkan kesejahteraan pekerja/buruh melalui program perumahan pekerja/buruh, fasilitasi bantuan transportasi murah bagi pekerja/buruh dan penumbuhkembangan koperasi perusahaan.

“Pemerintah melangsungkan berbagai upaya agar pekerja kita dapat terpenuhi kebutuhan dasarnya, salah satunya terkait hunian ataupun wadah tinggal, ” ujarnya.

Saksikan gambar terkait di bawah ini:

(dob/dob)