Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Pengacara Hotman Paris Hutapea mengecam tindakan orang yang tidak bertanggungjawab yang menyebarkan video mengenai sejumlah orang yang mengadu perkara deposito di Bank Central Asia (BCA) yang tidak bisa dicairkan.

Hotman Paris membaca bahwa video tersebut dibuat kira-kira tahun lalu ketika sejumlah konsumen mengadu ke Kopi Jhony karena tidak bisa mencairkan deposito. “Saya tidak siapa yang memviralkan, kami juga tidak setuju itu diviralkan karena kejadia beberapa tahun dengan laun, ” ujarnya dalam gambar yang diposting Sabtu (27/6/2020).

Dia menegaskan bahwa BCA adalah bank yang sehat serta sangat kuat. Bahkan Hotman mengaku masih setia menjadi nasabah dalam BCA.


Sebelumnya, sebuah video berdurasi satu menit lagi-lagi membuat heboh jagad dunia maya. Melalui aplikasi jejaring pesan WhatsApp yang disebarkan, di dalam video tersebut seorang pengacara populer bersama dua orang mengaku tidak bisa mencairkan deposito di BCA.

“Pagi ini pegari dari Surabaya. Mereka punya deposito sejak tahun 1989 di BCA. Pada saat mau dicairkan, BCA cabang Surabaya, sekarang masuk Veteran. Bilamana mau dicairkan katanya tak ada kata BCA. Katanya disebutkan sudah dicairkan tapi tidak ada bukti. Tolong BCA ini nasib rakyat bagaimana, ” kata advokat kondang tersebut dalam video tersebut.

“Kepada pimpinan BCA pusat tolong kembalikan uang beta, uang keluarga saya, ” tambahan satu diantara orang yang menggunakan membatik seraya mengaku depositonya tak bisa dicairkan sejak 1989.

Menanggapi video tersebut, BCA angkat bicara. Dalam keterangan resminya BCA mengaku video tersebut tidak benar.

“Sehubungan dengan balik beredarnya video terkait Isu Pencairan Deposito di media sosial, dapat kami sampaikan bahwa video tersebut direkam dan disebarluaskan pertama kala pada Februari 2019. Dapat kami sampaikan bahwa informasi dalam gambar tersebut tidak benar. ”

“Atas perkara dimaksud sudah ada putusan pengadilan yang berdaya hukum tetap dan satu kasus lainnya sedang dalam proses penjagaan di pengadilan. Atas beredarnya data yang tidak benar tersebut, BCA akan menempuh langkah-langkah hukum sebati ketentuan hukum yang berlaku. ”

Direktur Utama BCA Jahja Setiaadmadja mengatakan hal tersebut sudah lama memang sejak 25 Februari 2019 lalu. Namun gambar tersebut yang kembali beredar patuh Jahja bakal ditelusuri siapa dengan kembali menyebarkannya.

“Koordinasi dengan Bareskrim Polri. Untuk melacaknya, ” tutur Jahja.

Saksikan gambar terkait di bawah ini:

(dob/dob)