Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemutusan hubungan kerja (PHK) terjadi di berbagai sektor industri akibat pandemi Covid-19. Bisnis penerbangan tak luput dari fenomena itu.

Sekretaris Jenderal INACA, Bayu Sutanto, mengungkap adanya intimidasi PHK di bisnis penerbangan. Menurutnya, sejauh ini PHK massal dalam industri penerbangan Indonesia sebenarnya belum benar-benar terjadi.

“Setahu saya sebagai besar hanya dengan kontrak. Yang kontraknya habis nggak diperpanjang lagi, ” ujarnya kepada CNBC Indonesia , Senin (29/6).


Hal demikian yang dilakukan sejumlah maskapai besar seperti Lion Air Group dan Garuda Indonesia Group. “Yang terjadi sekarang kalau dia karyawan kontrak di bulan ini itu nggak diperpanjang, ” katanya.

Namun, bukan berarti karyawan tetap maskapai sudah aman. Dia bilang, semua tergantung pada kondisi ke depan.

“Ya kita lihat dalam bulan Juli kalau nggak berjalan sebetulnya potensi terhadap PHK akan terjadi, ” tuturnya.

Langkah PHK di maskapai penerbangan di dunia saat pandemi  covid-19 sudah sering terjadi. Belum periode ini maskapai asal Australia, Qantas Airways Ltd akan mengurangi 20% tenaga kerja. Bakal ada 6. 000 posisi dari total 29. 000 karyawan akan dipangkas. Sementara 15. 000 staf lainnya akan tetap cuti tanpa dibayar datang penerbangan normal.

Kongsi penerbangan tertua ketiga di negeri ini juga mengatakan akan memarkirkan 100 pesawat hingga 12 bulan atau lebih. Serta memensiunkan enam armada Boeing Co 747.  

Saksikan video terkait di kolong ini:

(hoi/hoi)