Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan s eorang warga negara Singapura yang mendirikan situs konsultasi palsu untuk meminta informasi dari pemerintah AS dan pekerja militer telah mengiakan bersalah karena  bertindak sebagai pemasok ilegal intelijen China.

Hukuman untuk pria itu, yaitu Jun Wei Yeo, juga lumrah sebagai Dickson Yeo, akan diberlakukan pada Oktober mendatang, menurut informasi kementerian tersebut, dilansir CNBC  International, Minggu (26/7/2020).

GANDAR memang tengah  menindak mata-mata Tiongkok.   FBI  juga telah turun tangan mewawancarai puluhan pemegang visa tentang kemungkinan hubungan para pihak yang dicurigai sebagai intelijen China.


Dalam Jumat, seorang peneliti asal China  yang mengungsi di konsulat San Francisco, AS juga dihadirkan dalam pengadilan atas tuduhan bahwa ia berbohong tentang dinas militer China-nya, sementara kepala badan kontraintelijen AS memperingatkan China dan negara-negara asing bahwa sejumlah kejadian ini mampu mengganggu pemilihan presiden AS pada November mendatang.

Sebelumnya, Jun Wei Yeo yang merupakan warga negeri Singapura mengakui menjadi agen intelijen bagi China, seperti disampaikan Kementerian Kehakiman AS. Pria itu membuat situs konsultasi palsu buat meminta informasi dari pemerintah AS dan pekerja militer.

Sebelumnya, AS sudah menangkap empat orang warga China yang diduga punya hubungan dengan intelegen China. Mereka merupakan peneliti yang menuntut ilmu dalam AS.

Tiga warga, Song Chen, Wang Xin dan Tang Juan yang berada di wilayah California. Sementara yang keempat adalah seorang mahasiswa pascasarjana bernama Zhao Kaikai , yang mempelajari kecerdasan kreasi di Universitas Indiana.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)