Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah memasukkan proyek pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Di dalam dokumen RPJM 2020-2024 yang diperoleh CNBC Indonesia sebagaimana dikutip Sabtu (1/8/2020), pembangunan Ibu Praja Negara ini akan memakan beban Rp 466, 98 triliun.

Nantinya APBN akan membelanjai Rp 91, 29 triliun serta KPBU [Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha] Rp 252, 46 triliun. Adapun pendanaan dari Badan Usaha ditargetkan Rp 123, 23 triliun.

Ada dua hal yang mendasari pemerintah untuk mengembangkan pemindahan Pokok Kota Negara dari DKI ke Kabupaten Penajem Paser Utara & Kabupaten Kutai Kartanegara di Provinsi Kalimantan Timur ini.

Pertama, terpusatnya kegiatan perekonomian di Jakarta serta Jawa mengakibatkan kesenjangan ekonomi Jawa dan Luar Jawa.

Kedua, Pemindahan Ibu Kota Negara ke luar Jawa mendorong percepatan pengurangan kesenjangan dan peningkatan pertumbuhan perekonomian daerah di Luar Jawa terutama Negeri Timur Indonesia.

Sementara ada 5 manfaat dari pemindahan Ibu Kota Negara ini:
1. Memberikan akses yang bertambah merata bagi seluruh wilayah NKRI
2. Mendorong pembangunan Negeri Timur Indonesia untuk pemerataan wilayah
      * Estimasi peningkatan Real GDP Nasional sebesar 0, 1% – 0, 2% dan Output Multiplier dua, 3;
      * Peningkatan Kesempatan Kerja (Employment Multiplier 2, 9);
      * Penurunan Kekurangan dan kesenjangan antar kelompok penerimaan (Kenaikan Price of capital 0, 23% dan Kenaikan Price of Labour 1, 37%)
3. Mengubah orientasi pembangunan dari Jawa-sentris ke Indonesia-sentris
4. Ketersediaan lahan yang luas dapat membentuk ibu kota baru dengan negeri hijau yang lebih dominan daripada wilayah terbangun
5. Menekan beban Pulau Jawa dan Jabodetabek

Berikut Tingkatan Pembangunan Ibu Kota Negara:

Foto: View Image untuk Memperbesar



[Gambas:Video CNBC]
(dru)