Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar komoditas minyak kasar mendapat sentimen positif hari ini, Jumat (7/7/2020).   Alhasil sentimen positif tersebut membuat harga minyak mentah naik.  

Pada 07. 50 WIB, makna minyak mentah untuk kontrak yang aktif ditransaksikan Brent menguat 0, 33% ke US$ 45, 23/barel. Di saat yang sama harga minyak acuan Amerika Serikat (AS) yaitu West Texas Intermediate (WTI) naik 0, 43% ke US$ 42, 13/barel.


Kini komoditas ini ditransaksikan pada kehormatan tertingginya dalam lima bulan terakhir. Melemahnya dolar AS yang tercermin dari penurunan indeks dolar ke level terendah dalam dua tahun ini menjadi sentimen yang meyakinkan untuk harga minyak.

Di sisi asing, stok minyak mentah AS pekan lalu juga dilaporkan mengalami kemerosotan sebesar 7, 4 juta barel.   Penurunan volume stok patra mentah riil tersebut jauh bertambah banyak  daripada perkiraan analis dalam angka 3 juta barel.

Hingga periode 31 Juli 2020, stok minyak mentah Daerah Paman Sam yang tercatat sebab Energy Information Agency (EIA) selaku badan resmi pemerintah AS menyentuh 518, 6 juta barel.

Sentimen positif juga pegari dari sisi pasokan. Arab Saudi dan Irak telah menekankan janji penuh mereka pada kesepakatan pemangkasan produksi organisasi eksportir minyak & koleganya atau yang sering disebut OPEC+.

Pada Kamis kemarin (6/7/2020), Irak mengatakan mau melakukan pemotongan tambahan dalam buatan minyaknya sekitar 400. 000 barel per hari (bpd) pada bulan Agustus untuk mengkompensasi kelebihan penerapan selama periode pakta pengurangan sediaan OPEC+ yang lalu.

OPEC+ sendiri memulai pemangkasan sediaan pada bulan Mei  dengan volume pemotongan output sebesar 9, 7 juta bpd. Periode pemangkasan itu berjalan hingga bulan Juli. Setelahnya produksi minyak hanya akan dipangkas sebesar 7, 7 juta bpd.  

Berdasarkan suara itu, Irak berkomitmen untuk memotong produksi sebesar 1, 06 juta barel per hari. Irak adalah salah satu negara anggota OPEC  yang memiliki komitmen rendah dan masih mencatatkan produksi di atas bagian yang sudah ditetapkan sehingga harus mengkompensasinya bulan ini.

Untuk saat itu harga minyak mentah terutama macam Brent memang sudah berada dalam level US$ 45/barel. Namun jalan pandemi Covid-19 yang terus merebak tentu menjadi kekhawatiran di kurun para pelaku pasar.  

Sudah hampir 19 juta orang di dunia positif mengidap penyakit yang disebabkan oleh virus corona jenis baru itu. Tidak kurang dari 710 ribu karakter terenggut nyawanya. Jika pandemi  tak kunjung usai dan malah kian merebak sehingga memicu rentetan lockdown bagaikan sebelumnya, permintaan dan harga emas hitam bakal kembali tertekan.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(twg/twg)