Posted on

Jakarta, CNBC Nusantara – Tunjangan kinerja (Tukin) prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) bakal naik sebesar 80% di tahun 2021 mendatang. Kemajuan tersebut dialokasikan dalam pagu perkiraan TA 2021 Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Di bawah Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto, pada tahun 2021 Kemenhan mendapatkan total rencana alokasi sebesar Rp 136, 9 triliun. Pagu anggaran itu telah memperhitungkan antara lain peruntukan untuk belanja pegawai.

“Karena adanya rencana kenaikan tumpuan kinerja sebesar 80 persen pantas janji Presiden RI [Joko Widodo] saat pidato di rencana HUT TNI ke-74, ” serupa itu bunyi penjelasan yang dikutip CNBC Indonesia, Kamis (20/8/20), dari salinan Buku III Himpunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA/KL) Tarikh Anggaran 2021.


Disebutkan pula, sejak tahun 2016 maka 2019, anggaran Kemenhan mengalami penambahan setiap tahun. Adapun kinerja penyerapan anggaran secara kumulatif terealisasi sejumlah 93% dari total pagu DIPA  ( Daftar Isian Pelaksana Anggaran) .

Rincinya, kinerja peresapan belanja pegawai terserap hingga 99% dan penyerapan anggaran belanja bahan 97%. Sedangkan kinerja penyerapan anggaran belanja modal hanya sekitar 87% dari yang dialokasikan.

Tahun 2020, pagu DIPA Kemenhan yang tercantum dalam Perpres 72/2020 yaitu Rp117, 9 triliun, berisi atas belanja pegawai sebesar Rp 53 triliun, Belanja Barang sebesar Rp 30, 5 triliun, serta Belanja Modal sebesar Rp 34, 3 triliun.

Di tahun 2021, peningkatan kesejahteraan benar menjadi salah satu output dari perkiraan Kemenhan. Dalam dokumen tersebut, Kemenhan juga berencana melakukan pembangunan rumah dinas bagi prajurit, sebagai yang tercatat sebagai salah satu output sebetulnya.

“Peningkatan kesejahteraan prajurit yaitu pembangunan rumah dinas prajurit sebesar Rp 964, 5 miliar yang berasal dari sumber uang SBSN [surat berharga syariah negara]. ”

Rincian anggaran di dalam Himpunan RKA K/L TA 2021 dimungkinkan berubah sesuai dengan suara hasil pembahasan Nota Keuangan & RAPBN TA 2021 antara Pemerintah bersama DPR.

Hasil pembahasan rincian anggaran tersebut, selanjutnya akan dituangkan dalam Lampiran Peraturan Presiden tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara TA 2021, yang akan ditetapkan melalui Susunan Presiden selambat- lambatnya pada kamar November 2020.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen terus meningkatkan kesejahteraan prajurit. Jokowi sempat berjanji meningkatkan tunjangan kinerja TNI pada 2020.

“Pemerintah terus mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka periode 30 tahun dan akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020, ” kata Jokowi dalam peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2019).

Jokowi mengatakan cita-cita Indonesia untuk menjadi salah kepala kekuatan ekonomi di dunia kudu didukung TNI yang kuat. Karena itu, kata Jokowi, pemerintah akan mendorong belanja pertahanan yang memakai teknologi tinggi.

“Alutsista yang digunakan TNI harus semakin maju dan SDM TNI harus semakin tangguh dan adaptif serta berjiwa sapta marga, ” perkataan Kepala Negara.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)