Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Sempat berhembus kabar ada rencana perusahaan rintisan ( startup ) dengan valuasi unicorn seperti Gojek dan Tokopedia menghimpun pendanaan di pasar modal domestik.

Unicorn adalah sebutan untuk  startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15 triliun (kurs Rp 14. 700/US$).

Pimpinan Penilaian Perusahaan Bursa Efek Philippines (BEI), I Gede Nyoman Yetna menyampaikan, otoritas bursa secara aktif melaksanakan diskusi mengenai perkembangan suceder modal baik dengan unicorn maupun oleh perusahaan lainnya.



“Kegiatan sosialisasi go public  [penawaran saham perdana atau initial public offering/IPO] dilakukan dengan menggunakan media daring, baik secara one-on-one bersama direksi dan pemilik perusahaan, maupun dengan konsep webinar , ” kata Nyoman, Rabu (9/9/2020).  

Nyoman melanjutkan, diharapkan BEI  dapat menjadi rumah untuk bertumbuh bagi seluruh perusahaan, tidak hanya terbatas untuk perusahaan-perusahaan yang berskala besar.

“Hal ini kami manifestasikan dengan dibentuknya Papan Akselerasi yang kami desain agar selaras dengan pengaturan POJK 53, ” paparnya lagi.

Sejak diberlakukannya Peraturan Papan Akselerasi pada 22 Juli 2019 sampai dengan saat ini, BEI  telah mencatatkan sebanyak 4 perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah pada Papan Akselerasi.

Adanya Papan Akselerasi ini dapat dimanfaatkan sebagai wadah penggalangan dana di pasar modal oleh perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah.

Sementara itu, sampai dengan 8 Sept 2020, BEI mencatat ada 9 perusahaan yang berencana akan proses pencatatan saham di BEI.

Perinciannya, 4 perusahaan dari sektor properti, real estate serta konstruksi bangunan, 3 perusahaan dri sektor perdagangan, jasa and investasi, 1 perusahaan dari sektor industri barang konsumsi dan 1 perusahaan di sektor aneka industri.

Adapun hingga Selasa kemarin (8/9), sudah ada 40 emiten baru tercatat tahun ini sesudah emiten farmasi dengan produk ngetren Imboost, PT Soho Global Health Tbk (SOHO), mencatatkan saham perdana dan menjadi emiten  ke-42 yang tercatat di tahun 2020 atau emiten ke 705 BEI.

Tahun lalu,   Co-founder sekaligus CEO Grab Anthony Suntan mengatakan pihaknya siap go general public atau melantai di bursa saham dengan melepas saham perdana setelah bisnisnya mencetak untung. Sebatas saja belum diungkapkan bursa saham negara mana yang dituju.

Anthony mengatakan bahwa banyak unit Grab di beberapa negara akan keluar dari área defisit dalam 12 bulan ke depan, alias sudah menghasilkan duit tahun ini.

“Begitu kita untung, maka kita dapat dengan jelas go public jika kita ingin, ” ujar Anthony Tan seperti dikutip dari CNBC International , Jumat (15/11/2019).

Sementara itu,   PT Karya Anak Bangsa, perusahaan teknologi yang dikenal sebagai Gojek Indonesia juga sempat menyatakan perseroan tengah mematangkan tuk pencatatan saham perdana atau  IPO.

Co-Chief Executive Karya Anak Bangsa, Andre Soelistyo mengaku pihaknya sudah menyiapkan rencana tersebut.

“Doakan saja seandainya bisa jadi IPO. Kita lagi persiapan ke arah sana, namun waktunya kapan belum ditentukan karena banyak faktor yang mendukung atau tidak mendukung yang harus dipertimbangkan, ” kata Andre dalam konferensi pers ulang tahun ke-9 GoJek di Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)