Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Manajemen emiten konstruksi Grup Astra, PT Acset Indonusa Tbk (ACST) menegaskan PT Karya Supra Perkasa (KSP), anak usaha PT United Tractors Tbk  (UNTR), hendak menjadi pembeli siaga ( standby buyer ) saham baru ( rights issue ) yang akan diterbitkan perseroan.

KSP  yang sahamnya dipegang emiten konstruksi United Tractors ini, akan menyerap 5, 73 saham baru ACST pada harga Rp 262/saham. Total poin yang harus dibayar KSP  buat menebus seluruh saham tersebut sebesar Rp 1, 49 triliun.

“Saat ini dapat saya sampaikan, sebagaimana informasi yang telah kami sampaikan dalam prospektus yang sudah disampaikan dalam website bursa dan website emiten, Karya Supra Perkasa ialah pembeli siaga dalam proses rights issue kami, ” kata Corporate Secretary ACST Maria Cecilia kepada CNBC Indonesia melalui pesan singkat, Jumat (11/9/2020).



Hal tersebut disampaikan Maria merespons pertanyaan dari CNBC Nusantara, setelah mendengar ada kabar rekan bahwa PT Saratoga Sedaya Investama Tbk (SRTG), grup yang dikendalikan pengusaha nasional  Sandiaga  Uno dan Edwin Soeryadjaya mau membeli 2, 5% saham ACST melalui rights issue .

Seperti diketahui, ACST menyelenggarakan penawaran umum terbatas (PUT) II dengan menerbitkan 5. 725. 160. 000 atau 5, 73 miliar saham baru atau  sebesar 89, 11% dari modal ditempatkan serta disetor penuh perseroan setelah PUT II dengan nilai nominal Rp 100/saham.

Dalam katalog yang diterbitkan perusahaan pada Jumat (14/8/2020), harga pelaksanaan rights issue itu ditetapkan sebesar Rp 262/saham.

Dalam rights issue ini, di setiap 10. 000 saham lama dengan namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (DPS) pada agenda 28 Agustus 2020 pukul 16. 00 WIB mempunyai 81. 788 HMETD  (hak memesan efek terlebih dahulu).

Adapun  setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Dalam hal pemegang saham memiliki HMETD dalam bentuk pecahan, sesuai dengan Peraturan OJK No. 32/POJK. 04/2015 pasal 33 tentang HMETD, maka atas pecahan HMETD tersebut wajib dijual oleh perseroan dan hasil penjualannya dimasukkan ke dalam rekening perseroan.

“Jika saham baru yang ditawarkan dalam PUT II ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya bakal dialokasikan kepada pemegang HMETD terbuka lainnya yang melakukan pemesanan lebih besar dari haknya, ” tulis prospektus ACST.

“Apabila setelah alokasi pemesanan saham pertama tambahan, masih terdapat sisa bagian baru, maka berdasarkan Perjanjian Pembelian Sisa Saham Dalam Rangka PUT II 2020 Perseroan Nomor 59 tanggal 12 Juni 2020,   antara perseroan dan KSP, maka  KSP sebagai pembeli siaga, tetap membeli seluruh sisa saham baru tersebut.

Berdasarkan Tulisan Pernyataan Kesanggupan dari KSP  6 Juli 2020, KSP menyatakan kalau selaku pemegang 50, 10% saham perseroan, KSP akan melaksanakan segenap HMETD yang dimilikinya.

KSP  juga memiliki dana dengan cukup dan sanggup untuk melakukan seluruh HMETD yang menjadi haknya sesuai porsi bagian kepemilikan sahamnya (secara proporsional) serta untuk bertindak sebagai pembeli siaga dalam PUT II. 


Daya dilusi atau penurunan persentase kepemilikan saham bagi pemegang saham dengan tidak menggunakan haknya adalah sebesar 89, 11%.

Mengacu data laporan keuangan, pemegang bagian ACST  sebelum rights issue adalah KSP  50, 10%, PT Cross Plus Indonesia 12, 27%, PT Loka Cipta Kreasi 5, 83%, Value Partners High-Dividend Stock Fund 5, 51%, Reksa Dana Syariah HPAM Ekuitas Syariah Berkah 6, 33%, dan sisanya investor publik 19, 96%.

Setelah  rights issue   nanti, dengan estimasi semua pihak makan haknya, maka porsi saham KSP  tetap 50, 10% dengan total saham dari 350. 700. 000 menjadi 3, 22 miliar bagian.

Tanggal Pencatatan (Recording Date) untuk memperoleh HMETD  yaitu 28 Agustus, tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD (Ex Right) di pasar reguler dan kesepakatan 27 Agustus dan di rekan tunai 31 Agustus.

Dana hasil PUT II, setelah dikurangi biaya-biaya emisi saham dengan menjadi kewajiban perseroan, akan dipergunakan untuk melunasi sebagian utang perseroan dari United Tractors.

Jadwal prospektus menyebutkan tanggal konsumen siaga melaksanakan kewajiban yakni 15 September 2020.

Pada kesempatan terpisah,   Catharina Latjuba,   Head of Corporate Communications  Saratoga  menegaskan pihaknya tidak mengakar di saham ACST.

“Mengenai Saratoga menyerap saham rights issue dari Acset Indonusa  itu tidak benar. Tidak ada aksi korporasi tersebut. Sebagai perusahaan investasi rajin, Saratoga akan terus melihat peluang-peluang investasi yang ada, dan terus berfokus pada tiga bidang daya yaitu Konsumen, Infrastruktur dan Sumber Daya Alam, ” jelasnya pada CNBC  Indonesia.

Keterangan BEI  mencatat, saham  KSP dipegang 99, 91% oleh United Tractors, sisanya digenggam PT United Tractors Pandu Engineering. UNTR adalah bujang usaha dari PT Astra International Tbk (ASII) dengan porsi kepemilikan 59, 50%.

Saham ACST  pada perdagangan sesi I, Jumat ini (11/9), minus enam, 90% di level Rp 216/saham, sementara saham SRTG  naik 0, 73% di level Rp 2. 790/saham.

[Gambas:Video CNBC]
(tas/tas)