Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Indofarma Tbk (INAF) mulai Jumat pekan depan bakal mulai memasarkan produk Remdesivir dengan merk jual DESREM. Obat yang akan digunakan untuk terapi pasien Covid-19 ini bakal dipasarkan dengan harga jual di lembah Rp 2 juta per vial.

Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto mengatakan untuk mendapatkan obat ini, Indofarma bermitra dengan Mylan N. V., perusahaan farmasi yang bermarkas di Amerika Serikat.

“Mulai dipasarkan Jumat minggu depan dengan harga terjangkau yaitu di kolong Rp 2 juta/dosis. Kita bermitra dengan produsen Mylan, ” logat Arief kepada CNBC Indonesia, Sabtu (3/10/2020).


Arief menjelaskan, obat yang aslinya merupakan obat untuk Ebola ini hanya bakal didistribusikan ke rumah sakit-rumah kecil yang menangani pasien Covid-19 dan harus diberikan dengan resep dokter.

“DESREM Remdesivir merupakan obat etikal yang tidak dijual bebas, ” imbuh dia.

Hal ini menandakan bertambahnya katalog obat terapi Covid yang diproduksi dan dipasarkan oleh Indofarma.  

Sejak April 2020 lalu perusahaan pelat merah ini juga telah mulai memproduksi sendiri Oseltamivir di dalam negeri. Bahkan hingga September 2020 sudah memproduksi sebanyak 4, 2 juta tablet Oseltamivir.  

“Sampai september ini sudah 4, 2 juta tablet Oseltamivir yang kita produksi. Untuk penanganan Covid, sampai sekarang kita masih pokok pada produksi Oseltamivir, ” sekapur Arief kepada CNBC Indonesia pekan lalu.

[Gambas:Video CNBC]

(roy/roy)