Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia kacau Presiden Amerika Konsorsium (AS) Donald Trump dan para-para pejabat Gedung Putih rupanya kerap menggunakan pengujian virus corona (Covid-19) seperti rapid test dan swab test jadi pembenaran mereka untuk tidak sungguh-sungguh perlu menggunakan masker atau menggembala jarak dengan orang lain.

“Saya memakai masker ketika saya pikir saya membutuhkannya, ” kata Trump dalam debat pada Selasa lalu (29/09/2020).

“Malam ini, sebagai contoh, pada setiap orang menjalani ujian dan Kamu memiliki jarak sosial dan seluruh hal yang harus Anda kerjakan, tapi… saya memakai masker masa diperlukan, ” ujarnya.


Padahal, pengujian Covid-19 saja tak dapat menghentikan virus corona. Peristiwa ini dibenarkan oleh spesialis kesehatan tubuh masyarakat sekaligus Asisten Menteri Kesehatan AS, Brett Giroir.

Giroir sering menekankan bahwa pengujian saja bukanlah intervensi kesehatan masyarakat. Pengujian harus diterapkan bersamaan secara penggunaan masker, aturan jaga jarak, cuci tangan, dan karantina atau isolasi pasien yang dicurigai terjangkit virus ini.

Semasa ini, para staf, tamu, dan reporter harus menjalani tes virus corona dengan tes ID Now dari perusahaan Abbott Laboratories sebelum memasuki halaman Gedung Putih. Tes tersebut adalah tes molekuler cepat yang dapat menghasilkan hasil hanya dalam 15 menit.

Tetapi sejauh ini, beberapa ahli epidemiologi telah mempersoalkan tentang keakuratan tes tersebut. Karenanya, para ahli epidemiologi juga mengutarakan mereka tidak terkejut jika virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 dapat menyelinap melewati sistem kesehatan Gedung Putih.

“Saya menemui tidak ada ahli yang mengajukan Anda (hanya) menggunakan tes penyeliaan medis sebagai pengganti jarak baik, atau masker, atau jenis jalan mitigasi lainnya. Ini harus dilakukan dengan kombinasi penggunaan masker, tenggang sosial, dan semua tindakan lain yang direkomendasikan, ” kata Dr. Ben Mazer, ahli patologi anatomi dan klinis di Rumah Melempem Johns Hopkins.

Dr. Sadiya Khan, ahli epidemiologi dalam Northwestern University membandingkan strategi pengujian Gedung Putih dengan berbagai gabungan olahraga. Meskipun sering melakukan pengujian berskala luas, Major League Baseball dan National Football League pasti tak luput menjadi klaster Covid-19. Tetapi NBA telah berhasil menyekat virus dengan tidak hanya menyelenggarakan pengujian tetapi juga menjaga pemeran mereka dikarantina.

“Pengujian tidak membuat Anda kebal serta pengujian tidak menghilangkan virus. Tak ada satu strategi pun dengan mungkin akan berhasil sepenuhnya secara sendirinya, ” kata Khan.

Dalam sebuah pernyataan, cabang Gedung Putih mengatakan kini itu mengikuti prosedur dari pedoman Sentral Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention/ CDC).

“Selain mendorong jarak sosial, pembersih tangan yang tersedia, pembersihan menyeluruh secara tertib di semua ruang kerja, & penutup wajah yang direkomendasikan, itu yang dekat dengan presiden terus diuji untuk Covid-19 untuk meyakinkan paparan dibatasi semaksimal mungkin, ” kata juru bicara Gedung Suci Judd Deere.

AS kini menduduki peringkat pertama urusan corona terbanyak di dunia, dengan 7. 600. 846 kasus terjangkit, 214. 277 kematian, dan 4. 818. 509 pasien berhasil segar per Minggu (4/10/2020), menurut data Worldometers.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)