Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia berantakan Kabar mengenai virus corona (Covid-19) makin ngeri. Pusat Pengendalian Keburukan (CDC) Amerika Serikat (AS) bahkan merevisi pedoman soal virus itu dengan memasukkan sejumlah temuan terakhir.

Lembaga resmi itu menyebutkan bahwa virus corona dapat menyebar melalui aerosol dan dapat bertahan di udara selama kaum menit hingga berjam-jam lebih dibanding enam kaki (2 meter).

Melansir CNBC International, penyaluran utama virus corona adalah melalui tetesan pernapasan yang dihasilkan masa orang yang terinfeksi batuk, bersin, bernyanyi, berbicara atau bernapas.


Para pakar masih percaya bahwa itu ialah cara utama penyebarannya. Saat itu peneliti setuju bahwa transmisi udara adalah bagian penting dari rahasia Covid-19.

“Saya yakin cukup yakin bahwa ada kurang elemen [penularan melalui udara], ” introduksi penasehat Gedung Putih Dr. Anthony Fauci, dikutip Jumat (9/10/2020).

Jadi apa perbedaan antara virus yang menyebar melalui tetesan pernapasan dan ditularkan melalui suasana? Itu tergantung pada ukuran tetes dan cara mereka bergerak.

Tetesan pernapasan lebih gede dari aerosol yang merupakan titik atau partikel mikroskopis. Karena patokan dan beratnya, tetesan pernapasan yang lebih besar disemprotkan seperti bola meriam kecil ke individu terdekat dan biasanya jatuh ke tanah dalam hitungan detik, dalam renggang enam kaki dari sumber buku harian Science.

Sebaliknya, virus dalam aerosol lebih kecil serta tidak jatuh begitu saja apalagi mereka juga melayang di hawa selama beberapa menit atau tanda dan dapat terhirup.

Cara mudah untuk memvisualisasikan bagaimana partikel di hawa ini bekerja adalah dengan merancang cara asap rokok tetap tumbuh dan dapat dihirup, kata Linsey Marr, salah satu penulis tulisan dan profesor teknik di Virginia Tech. Seperti asap, aerosol dapat menumpuk di ruang terbatas, kaya ruangan yang berventilasi buruk atau tempat orang bernapas dengan mengandung.

“Meskipun partikel aerosol jauh lebih kecil daripada titik, mereka dapat terkonsentrasi cukup buat menyebarkan Covid-19 ke orang lain, ” menurut CDC.