Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – China mendeteksi aktivitas udara yang tidak biasa dari udara tempur Amerika Serikat (AS) dalam Laut China Selatan (LCS). Bersandarkan informasi yang dimuat di South China Morning Post (SCMP) disebutkan ada 60 pesawat tempur GANDAR yang melakukan penerbangan pengintaian tenggang dekat ke China pada September 2002.

Aktivitas tersebut mulanya dikenali oleh lembaga think tank berbasis di Beijing, China. Sebanyak 41 pesawat terbang dalam atas LCS yang disengketakan China dengan sejumlah negara ASEAN. Sedangkan enam pesawat terbang di akan Laut China Timur dan 13 di Laut Kuning.

South China Sea Strategic Situation Probing Initiative (SCSPI), mengindikasikan bahwa AS tengah mempersiapkan serangan jarak jauh di masa depan kepada ‘sasaran’ di LCS. Indikasi tersebut berdasarkan banyaknya jet dan militer yang diterjunkan untuk ‘menghalau’ eksistensi militer China.


“AS mungkin sedang mempersiapkan misi senggang jauh di masa depan pada LCS, ” tegas lembaga tersebut.

Pada laporan juga menyebutkan LCS sedang menjadi fokus utama AS, tetapi yang tak kalah penting adalah aktivitas di kawasan Laut Kuning mengalami peningkatan yang nyata kalau dibandingkan dengan aktivitas dua kamar lalu.

Apalagi, GANDAR mengirimkan kapal tanker bahan bakar pangkalan AS di Guam & bukan dari pangkalan udara Kadena di Jepang. Padahal operasi sewarna itu sangat tidak ekonomis & efisien. Lembaga itu juga meminta pesawat tempur AS terkadang menyamar sebagai pesawat sipil. Bahkan, tidak menyalakan transponder dan pesawat GANDAR mengubah kode identifikasi saat landas.

“[Pesawat itu] membuat dirinya menyerupai pesawat Filipina, sebelum kembali ke nomor aslinya setelah menyelesaikan misinya, ” sekapur SCSPI.

Sebelumnya China memang bersitegang dengan sejumlah negara di Laut China Selatan, tercatat Malaysia, Filipina, Brunei, Vietnam dan Taiwan. Ini membuat AS masuk ke dalam lingkaran konflik secara klaim menjunjung kebebasan navigasi dan melindungi mitra.

Namun sayangnya belum ada komentar bertambah lanjut dari Angkatan Laut AS soal ini. AS-China bersitegang dalam banyak hal termasuk perdagangan & teknologi serta corona dan Hong Kong.

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)