Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa bagian Asia mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa (27/10/2020), seiring dengan  rilis data pertumbuhan ekonomi di Korea Selatan pada kuartal III-2020 yang mencerminkan ekonomi Korea Daksina resmi mengalami resesi.

Tercatat ruang Nikkei Jepang ditutup melemah sedikit 0, 04%, indeks Hang Seng di Hong Kong terkoreksi 0, 53%, indeks STI Singapura terpangkas 0, 41% dan KOSPI Korea Selatan terdepresiasi 0, 56%.

Menariknya indeks  Shanghai China menguat 0, 10%, alias balik arah & menjadi indeks di Asia yang menguat sendirian.


Sementara itu, Indeks Nilai Saham Gabungan (IHSG) pada perniagaan hari ini ditutup melemah 0, 31% di level 5. 128, 22. IHSG  ditutup melemah jelang libur panjang Maulid Nabi Muhammad SAW. yang dimulai besok.

Data perdagangan menyimpan, investor asing melakukan aksi kulak bersih sebanyak Rp 22 miliar di pasar reguler hari itu dengan nilai transaksi hari itu menyentuh Rp 8, 2 triliun.

Sebab Asia, sentimen terkuat datang daripada kabar ekonomi Korea Selatan (Korsel) yang resmi resesi. Setelah pada kuartal II 2020 (Q2) ekonomi -2, 7%, PDB Negeri Ginseng tersebut juga berkontraksi 1, 3% di Q3 2020 dalam asas tahunan (yoy).

Ini menjadikan negeri ‘oppa’ resmi masuk jurang resesi. Resesi sendiri diartikan sebagai negatifnya pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut atau lebih dalam satu tahun.

Mengutip Trading Economics dari Bank of Korea (BoK), di sisi pengeluaran, konsumsi mendarat lebih jauh -2, 3% sebab -1, 3%. Sedangkan pembentukan modal tetap bruto menguat 2, 6% dari sebelumnya 1, 9%.

Ekspor turun 3, 7% sebab sebelumnya -13%. Sedangkan impor turun 5, 3% dari sebelumnya -8, 5%.

Selain resesi Korea Selatan, hati lainnya yang menjadi pemberat bursa saham Asia adalah terkait kejadian virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) yang kembali mengagendakan kasus terjangkit tertinggi pada Minggu (25/10/2020) lalu.

Data kompilasi Universitas Johns Hopkins menunjukkan pertambahan kasus infeksi akibat virus Corona harian dalam AS telah meningkat menjadi rata-rata 68. 767 kasus selama tujuh hari terakhir.

Ini adalah sebuah rekor. Pada hari Minggu saja, lebih dari 60. 000 kasus dilaporkan. Negeri Paman Sam melaporkan bertambah dari 83. 000 infeksi segar pada hari Jumat dan Sabtu setelah wabah di negara arah Sun Belt, melampaui rekor sebelumnya sekitar 77. 300 kasus.

TIM RISET CNBC NUSANTARA

[Gambas:Video CNBC]
(chd/chd)