Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia  – Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Kusnandi Rusmil mengatakan Indonesia khususnya PT Bio Farma (Persero) mampu melahirkan vaksin Covid-19. Menurutnya Bio Farma memiliki pengalaman panjang memproduksi vaksin, sebelum adanya pandemi Covid-19.

“Sebanyak 70% vaksin polio di dunia yang buat ialah Bio Farma dan dia ialah pabrik vaksin yang besar dalam Asia Tenggara. Banyak vaksin yang sudah dibikin, kita tidak usah ragu cara pembuatan di Bio Farma, yakin saya mereka mampu, ” kata Kusnandi, Selasa (03/11/2020).

Meski demikian sedang belum ditentukan siapa yang mau menerima vaksin, dia mengatakan yang diuji saat ini di Bandung adalah untuk usia 18-59 tarikh. Di luar kategori umur itu, bisa dibeli dari luar daerah karena belum ada dilakukan pemeriksaan di Indonesia.


Sebelum ada vaksin yang tersedia, Kusnandi mengingatkan masyarakat harus tetap menyelenggarakan protokol kesehatan dengan #jagajarak, memakai #masker, dan #cucitangan. Sampai negeri menyatakan aman, maka masyarakat kudu tetap menjalankan protokol kesehatan karena masih jauh sampai bisa mengandalkan vaksin.

“Sekarang belum ada vaksinnya, seluruh sudah beli vaksinnya sekalipun belum ada. Masih jauh mengandalkan imunisasi, paling cepat juga akhir tarikh. kecuali kalau kita beli dr luar, dari luar juga belum ada. Sementara waktu kita jangan menganggap enteng penyakit ini, ” ujarnya.

Kusnandi mengatakan sepanjang dilakukan uji coba periode 3 tidak ditemukan hal-hal dengan menakutkan atau membahayakan sepanjang tes klinis.

“Kami sudah melakukan penyuntikan 1. 590 sekian untuk suntikan kedua. Tidak awak temukan hal-hal menakutkan, paling radang dan demam dalam 2 hari hilang, ” katanya.

Dia mengakui ada yang mengundurkan diri karena beberapa alasan, semacam pindah kerja ataupun sakit. Namun tidak ada yang mengundurkan muncul karena efek negatif dari vaksin.

“Saya pikir datang saat ini keamanannya bisa dipertanggungjawabkan, ” kata Kusnandi.

Kusnandi mengatakan untuk vaksin Sinovac, uji klinis fase 1-2 sudah dilakukan di China, barulah tes klinis fase 3 dilakukan di negara lain. Vaksin ini menurutnya menjadi harapan masyarakat nantinya untuk mencegah penyakit akibat virus Covid-19.

(roy/roy)