Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat 2020 telah berlangsung serta hari ini jumlah suara terkumpul pun mulai mengemuka. Penghitungan hasil suara Pilpres pun masih susul-menyusul antara Joe Biden dan Donald Trump.

Meski begitu, euphoria pesta demokrasi ini membuat sejumlah jenama (merek) mode populer memilih tutup toko. Ini pasal untuk mengantisipasi kerusuhan terkait pertandingan ketat antara calon presiden sebab Partai Republik dan Partai Demokrat tersebut.

Seperti diberitakan Hypebae, jenama produk mode mewah seperti Chanel, Louis Vuitton dan Dior menutup toko mereka dalam New York City. Mereka selalu memasang lapisan papan triplek pada depan etalase dan kaca toko.


Langkah ini diambil untuk mencegah produk-produk mereka siap korban penjarahan apabila terjadi penolakan. Sebab, Pilpres AS 2020 kali ini sangat berpotensi memicu gelombang presentasi yang sering kali berujung di kerusuhan dan penjarahan.

Mengutip Wolipop Detik. com, Chanel, Louis Vuitton dan Dior berkaca dari peristiwa protes besar-besaran terpaut kematian warga kulit hitam George Floyd di tangan polisi. Zaman itu aksi protes menjadi ribut dan barang-barang berharga puluhan hingga ratusan juta rupiah rusak had raib.

Sebelumnya, Kepala AS Donald Trump menyatakan tidak akan ‘setuju’ untuk menerima buatan Pilpres AS 2020 jika tempat meyakini ada ‘manipulasi’. Seperti dilansir CNN, Rabu (30/9/2020), pernyataan Trump itu disampaikan saat debat Capres di Cleveland, Ohio, membahas topik integritas pemilu.

Buatan penghitungan suara pemilihan presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengungguli Joe Biden di Florida, ketika dekat semua kertas suara telah dihitung. Pertarungan juga ketat di negeri bagian kunci pertarungan lainnya, seolah-olah Georgia, Pennsylvania, Wisconsin, Michigan, Arizona, Ohio, Texas, dan North Carolina.

Sejauh ini beberapa negara bagian yang menjadi kantung kekuasaan Demokrat dan Republik telah merampungkan pemungutan suara dan belum ada kejutan berarti.

[Gambas:Video CNBC]
(wia)