Posted on

Jakarta, CNBC  Indonesia –  Nilai tukar poundsterling menguat melesat melawan dolar Amerika Konsorsium (AS) pada perdagangan Kamis (5/11/2020), setelah bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) mengumumkan tambahan provokasi moneter guna menanggulangi pandemi penyakit virus corona (Covid-19).

Tetapi melawan rupiah, poundsterling masih merosot tajam.

Melansir data Refinitiv, pada pukul 16: 25 WIB, poundsterling menguat 0, 35% melawan dolar AS ke US$ 1, 3032 di pasar spot. Padahal sebelumnya, poundsterling melemah 0, 44% di US$ 1, 2928, artinya dari level terendah tersebut mata uang Inggris ini arah melesat 0, 8%.


Sementara melawan rupiah, pounsterling masih melemah 0, 81% ke Rp 18. 726, 98/GBP, tetapi posisi tersebut membaik dibandingkan pagi tadi Rp 18. 577, 51/GBP, dengan merupakan level terendah sejak 27 Juli.

Dalam pengumuman rapat kebijakan moneter siang tadi, BoE mengumumkan menambah nilai program pembelian aset ( quantitative easing /QE) sebesar 150 miliar poundsterling (Rp 2. 820 triliun, kurs Rp 18. 800/GBP), menjadi total 895 miliar poundsterling.

Tambahan stimulus tersebut lebih banyak 50 miliar pounsterling ketimbang prediksi Reuters.   Dengan tambahan tersebut, BoE mengatakan cukup untuk menyelenggarakan pembelian aset hingga akhir 2021.

Selain menambah nilai QE, bank sentral pimpinan Andrew Bailey ini juga mempertahankan suku bunga tuangan sebesar 0, 1%. Tetapi tidak memberikan indikasi akan memangkas suku bunga menjadi negatif, hal itulah yang membuat poundsterling langsung berbalik menguat melawan dolar AS, serta memangkas pelemahan melawan rupiah.

Sementara itu dolar GANDAR hari ini sedang lesu. Buatan sementara perhitungan suara pemilihan kepala (pilpres) AS menunjukkan calon Kelompok Demokrat, Joe Biden, unggul lantaran lawannya petahana Partai Republik, Donald Trump.

Berdasarkan bukti dari NBC News, hingga sore ini, calon presiden dari Kelompok Demokrat ini memperoleh 253 electoral vote , berarti masih butuh 17 electoral vote teristimewa untuk memenangi pilpres. Sementara itu Trump sampai saat ini menundukkan 214 electoral vote. Untuk mengalahkan pilpres diperlukan 270 electoral vote.

Data dari NBC News juga menunjukkan Biden untuk sementara unggul di Arizona dengan memiliki 11 electoral vote , serta di Nevada dengan 6 electoral vote. Berarti jika kedua negara bagian itu berhasil dimenangi, maka Biden akan sukses melengserkan Trump.

Sementara itu, Dari perhitungan cepat Fox News, Biden tinggal selangkah lagi mendapatkan 270 electoral vote. Dari website media tersebut, Biden yang berpasangan dengan Kamala Harris memperoleh 264 suara sementara Trump yang berpasangan dengan Mike pence mendapatkan 214 suara.

Biden dan Partai Demokrat sungguh menjadi  favorit pasar emerging market, sebab jika terpilih perang dagang AS-China kemungkinan akan berakhir, retribusi korporasi di AS akan dinaikkan serta stimulus fiskal juga bakal lebih besar.

Provokasi yang besar artinya jumlah kekayaan yang beredar di perekonomian merayap banyak, secara teori dolar GANDAR akan melemah.

Tengah rupiah malah diuntungkan, sebab kenaikan pajak dan stimulus fiskal tersebut diperkirakan akan memicu aliran modal ke negara emerging market kaya Indonesia. Rupiah pun mampu bangkit melawan poundsterling.

TIM RISET CNBC  INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(pap/pap)