Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia- Head of Investment & Research BNI Asset Management, Yekti Dewanti menilai pada posisi IHSG di level 5. 500 saat itu, mendorong investor ritel dan lembaga untuk melakukan aksi ambil mujur. Meskipun demikian, kuatnya aliran pangkal asing masih mampu mendorong penguatan indeks dalam jangka menengah.

Selain itu, Yekti serupa melihat adanya pergeseran alokasi aset kelas ke aset yang bertambah berisiko seperti pasar saham. Yang mana IHSG diproyeksi akan menyentuh kelas 6. 000 di tahun pendahuluan sangat terbuka ditopang meredanya ketidakpastian pasar global serta besarnya peluang stimulus fiskal di masa kelak.

Selengkapnya saksikan percakapan Maria Katarina dengan Head of Investment & Research BNI Asset Management, Yekti Dewanti dalam Closing Bell, CNBC Nusantara (Rabu, 18/11/2020)

Saksikan live streaming program-program CNBC Nusantara TV lainnya di sini