Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia kepala JP Morgan memperhitungkan Bank Indonesia (BI) akan kembali menurunkan suku bunga acuannya dalam waktu dekat. BI diramal mau memotong lagi suku bunganya sebesar 25 bps pada kuartal pembukaan tahun depan.

Padahal Bank Indonesia baru saja menetapkan memangkas suku bunga acuannya sejumlah 25 bps menjadi 3, 75% dalam Rapat Dewan Gubernur bulan November 2020.

“Kami terus mengharapkan pemotongan 25bps di Kuartal I-2021 sehingga membawa suku bunga kebijakan menjadi 3, 5%, ” kata Emerging Markets Asia, Economic and Policy Research JP Morgan Sin Beng Ong, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya pemangkasan masih akan dilakukan BI pada awal tahun 2021 karena melihat kondisi makro ekonomi yang semakin kondusif. Mulai dari defisit transaksi berjalan yang dinilai akan lestari rendah dan inflasi terjaga tetap atau bahkan di bawah titik tengah prediksi tahun ini.

Selain itu, nilai ubah rupiah yang juga terjaga tetap sejalan dengan meningkatnya arus simpanan asing masuk ke dalam kampung karena kepercayaan investor asing yang semakin tinggi melihat prospek perbaikan perekonomian RI saat ini.

Diketahui, Bank Indonesia membatalkan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 3, 75%, suku kembang Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 3%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 4, 5%.

Dengan pemangkasan ini, maka BI tercatat sudah melakukan penurunan suku bunga sebanyak lima kali pada tahun ini dengan total 1, 25% atau 125 bps.



[Gambas:Video CNBC]
(dru)