Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menargetkan bakal mengoptimalisasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam pengadaan barang dan jasa. Di sektor kesehatan tubuh diatur minimal TKDN  mencapai sedikitnya 25%-40%.

“Dalam rencana menguatkan struktur industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan produk memasukkan, nilai TKDN rata-rata ditargetkan mencapai sebesar 43, 3% pada tahun 2020 dan naik menjadi 50% pada tahun 2024 seperti tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Masa Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, ” kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono dalam bukti resmi, Jumat (20/11).

Ia mengungkapkan jumlah produk dengan memiliki sertifikat TKDN sekurang-kurangnya sebesar 6. 000 produk pada tahun 2020, dan meningkat menjadi 8. 400 produk pada tahun 2024.


Untuk mendorong terserapnya produk-produk lokal, pemerintah mengeluarkan regulasi untuk optimalisasi penerapan barang dengan standar TKDN. Regulasinya, tertuang dalam Undang- undang Cetakan 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian serta Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 29 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Industri.

Adapun kesibukan penggunaan produk dalam negeri adalah apabila terdapat produk yang sudah memiliki penjumlahan nilai TKDN dan Bobot Manfaat Perusahaan (BMP) minimal sebesar 40%, dengan nilai suntuk BMP sebesar 15%. Sehingga bila sudah ada produk lain dengan telah memenuhi persyaratan wajib, maka produk lain hanya perlu memiliki nilai TKDN minimal sebesar 25%.

“BMP diberikan kepada perusahaan berdasarkan beberapa faktor penentu, jarang lain adalah pemberdayaan usaha mikro dan kecil, termasuk koperasi mungil melalui kemitraan. Kemudian, kepemilikan surat kesehatan dan keselamatan kerja dan sertifikat manajemen lingkungan. Berikutnya, pemberdayaan lingkungan ( community development ), dan ketersediaan sarana pelayanan purna jual, ” kata pendahuluan Sigit.

Untuk tersebut, Kemenperin menyusun rencana pengembangan penambahan nilai TKDN atas produk prioritas yang akan dikembangkan. Sigit menyuarakan, produk yang telah mendapat pengampu TKDN menjadi prioritas belanja bahan dan jasa.

Dalam kelompok barang mesin dan bahan migas, terdapat 358 produk dengan TKDN 25%-40% dan sebanyak 388 produk dengan TKDN lebih daripada 40%. Di kelompok peralatan kelistrikan, sebanyak 631 produk memiliki TKDN lebih dari 25%-40% dan 1. 918 produk dengan kandungan lebih dari 40%.

Buat kelompok barang bahan dan bahan kesehatan, terdapat TKDN 25%-40% pada 1. 628 produk dan 40% pada 234 produk. Sementara, di kelompok mesin dan peralatan pertanian terdapat 35 produk dengan TKDN 25%-40% dan 86 produk yang memiliki TKDN lebih dari 40%. Lalu, capaian TKDN pada ikatan barang bahan penunjang adalah enam produk dengan bobot 25%-40% mengikuti 20 produk dengan kandungan lebih dari 40%.

“Semakin tinggi capaian TKDN, akan mulai banyak komponen dalam negeri yang dimanfaatkan. Oleh sebab itu, capaian TKDN pada setiap sektor industri perlu ditingkatkan, ” tutur Sigit.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)