Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia – Vaksin virus Corona atau Covid-19 tiba beredar di pasaran. Saat tersebut, yang menjadi tantangan adalah pemasokan untuk pengirimannya.

Pokok, vaksin Covid-19 harus berada di suhu yang sangat rendah yakni di bawah 0 derajat celsius. Ini tentunya akan menjadi sekatan yang dihadapi terutama oleh negeri di Asia.

Dilansir dari Nikkei Asia pada Sabtu (5/12/2020), vaksin Covid-19 produksi Pfizer/BioNTech dengan akan segera didistribusikan membutuhkan tempat khusus untuk penyimpanannya agar kualitasnya tetap terjaga.


Tempat yang dibuat secara khusus itu untuk dapat menyimpan 1. 000 hingga 5. 000 dosis dalam suhu yang diperlukan minus 70 C hingga 10 hari, dan dapat dilacak melalui GPS.

Tak hanya untuk vaksin produksi Pfizer/BioNTech selalu, vaksin yang dikembangkan Moderna selalu harus disimpan pada suhu dalam bawah nol. Jika vaksin Pfizer/BioNTech pada suhu minus 70 C, untuk vaksin Moderna pada kurang 20 C.

Diketahui, beberapa negara sudah memiliki logistik tersebut saat ini. Namun, masih banyak negara yang tidak mempunyai sehingga dunia saat ini pusat mencari cara untuk bisa menciptakan logistik pengiriman vaksin tersebut.

Saat ini, perusahaan penyediaan asal Amerika UPS telah meningkatkan kapasitas produksi es kering nya menjadi 1. 200 pound bagi jam karena kekhawatiran kurang, serta juga menyediakan freezer yang dapat mempertahankan suhu antara minus 20 C dan minus 80 C.

Sedangkan, FedEx telah menyiapkan lebih dari 5. 000 pusat distribusi, 80. 000 organ pengiriman dan 670 pesawat untuk mendukung upaya distribusi vaksin Covid-19 ini.

Di jarang banyak negara yang memiliki penyediaan ini, beberapa negara yang sedang menghadapi tantangan untuk hal ini adalah India yang harus menyampaikan vaksin kepada lebih dari 1, 35 miliar orang. Sedangkan dalam India sangat terik dan penuh daerah pedesaan yang sulit dijangkau infrastruktur rantai dingin.

India memang memiliki 28. 000 unit jaringan penyimpanan dingin yang digunakan pemerintah untuk program imunisasi konvensionalnya, tetapi tidak ada kongsi yang memiliki kemampuan atau daya untuk mengangkut vaksin dengan suhu lebih dingin dari minus 25 C.

Oleh karenanya, Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan, negaranya memilih untuk menduduki vaksin yang lebih tahan radang atau lebih bagus yang pada produksi di dalam negerinya.

Apalagi harga vaksin sungguh negeri disebutkan menjadi kendala yang lain sehingga India ingin menciptakan vaksin sendiri dan sedang menunggu pacar untuk menciptakannya.

“Dunia sedang mencari vaksin yang gampang tapi efektif melawan COVID-19. Negeri sedang melihat India, ” sebutan Modi.

Tak cuma India, Filipina juga menghadapi tantangan serupa. Negara, yang memiliki lupa satu kasus COVID-19 tertinggi pada Asia Tenggara, ingin mendirikan fasilitas penyimpanan dingin di setiap wilayah atau menggunakan gudang perusahaan farmasi swasta.

Sebab, negara ini kekurangan fasilitas seperti tersebut dan pemerintahnya mengatakan siap mengeluarkan biaya untuk membangunnya. Namun, belum ada rincian untuk rencana Filipina tersebut.

[Gambas:Video CNBC]
(hoi/hoi)