Posted on

Jakarta, CNBC Indonesia awut-awutan Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka volatil pada perdagangan Rabu (16/12/2020), menyusul rilis data ekonomi yang buruk dan membuat hajat stimulus semakin mendesak.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 14 poin pada pukul 08: 30 waktu setempat (21: 30 WIB) & 30 menit kemudian menjadi minus 9 poin (-0, 03%) ke 30. 190, 34. S& P 500 flat di level 3. 694, 76 sedangkan Nasdaq muncul 4, 3 poin (+0, 03%) ke 12. 599, 38.

Departemen Perdagangan AS mengatakan bahwa penjualan ritel anjlok 1, 1% pada November. Angka itu lebih buruk dibanding konsensus ekonom dalam polling Dow Jones yang menunjukkan penurunan sebesar 0, 3%.


Di AS, konsumsi umum menyumbang nyaris 70% dari Buatan Domestik Bruto (PDB). Rilis bahan buruk tersebut dipastikan memicu pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS untuk kuartal IV-2020.

Namun, ada kabar bagus. Politico melaporkan Kongres telah memenangkan kesepakatan stimulus senilai US$ 900 miliar yang termasuk bantuan langsung tunai (BLT). Namun, paket provokasi tersebut belum memasukkan bantuan untuk pelaku bisnis dan pemerintahan lokal.

Ketua DPR Nancy Pelosi, Pimpinan Mayoritas Senat Mitch McConnell, Pimpinan Minoritas Senat Chuck Schumer dan Pimpinan Minoritas DPR Kevin McCarthy bersemuka pada Selasa untuk meneken kata sepakat dua pihak. Menteri Keuangan Steven Mnuchin juga bakal dilibatkan.

“Saya optimistis kita bakal bisa mencapai pengertian dalam waktu dekat, ” tutur McConnell pada Selasa malam sesudah pertemuan tersebut. Schumer mengatakan kalau para pimpinan “membuat kemajuan, dan semoga kita bisa mencapai kata sepakat segera. ”

Pada Selasa, indeks Dow Jones Industrial Average naik nyaris 340 poin, ditopang kenaikan saham Apple sebesar 5%. Indeks S& P 500 naik 1, 3%, menghentikan koreksi 4 hari berendeng. Indeks Nasdaq dan Russell 2000 kompak mencetak rekor baru, terbang 1, 25% dan 2, 4%.

Sebelumnya, para penyusun undang-undang di GANDAR tengah membahas dua proposal terbaru untuk memuluskan stimulus senilai US$ 748 miliar. Pertama, perlindungan kelangsungan usaha dan keuangan untuk pemerintah lokal senilai US$ 160 miliar.

Kedua, program tunjangan pengangguran dan kredit lunak di bawah program perlindungan gaji dengan nilai masing-masing agenda mencapai US$ 300 miliar. Secara rilis data ritel, pelaku rekan pun menunggu pernyataan The Fed mengenai prospek ekonomi AS.

“Stimulus sedang menjadi fokus kunci bagi rekan, karena menjadi jembatan yang diperlukan bagi vaksinasi secara luas, ” Lindsey Bell, Kepala Perencana Investasi Ally Invest dalam laporan risetnya, sebagaimana dikutip CNBC International .

TIM RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]
(ags/ags)